Pelajar Pecinta Alam SMA 3 Tewas, Disdik DKI Panggil Kepsek

VIVAnews – Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana memanggil Kepala Sekolah SMA 3, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juni 2014. Pemanggilan ini terkait dengan tewasnya salah satu anak didiknya yang bernama Arfiand Caesar Alirhami (16), siswa kelas X.

Afriand diketahui meninggal dunia usai mengikuti pelatihan pencinta alam di kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengatakan, ada lima orang perwakilan dari sekolah yang dipanggil untuk diminta keterangannya.

Kelima orang itu yakni, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, ketua osis, tata usaha, serta guru pendamping. “Pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga siang,” ujar Lastro.

Dari hasil pemeriksaan sementara dari sekolah, mereka mengaku tidak ada tindakan perploncoan di pelatihan tersebut. Namun, Disdik, lanjut dia masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Klaim bukan dianiaya

Kepala Kepolisian Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Indra Fadilah Siregar mengungkapkan, ada 37 luka lebam di tubuh Afriand. Luka tersebut, kata Indra, terlihat jelas dengan kasat mata.

Namun, sekolah membantah jika luka tersebut hasil dari tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan para senior korban. Sekolah menduga jika luka tersebut akibat beban tas ransel yang berat.

“Ya bolehlah alasannya karena tas. Tapi kenapa anak yang kecil ini diizinkan? Berarti fisik tidak menunjang kan? Itu yang perlu kita dalami. Tapi sejauh ini pihak sekolah sudah menjamin tidak ada perpeloncoan,” jelas dia.

Ia menegaskan, Disdik DKI masih terus mengumpulkan informasi guna menguak penyebab meninggalnya Arfiand. “Panitia beserta peserta juga akan dipanggil pada besok untuk diminta keterangan secepatnya,” tegasnya.

Lasro menambahkan, Disdik DKI juga telah memberhentikan pembimbing serta membekukan kegiatan pencinta alam di SMA 3.

“Bisa saja kegiatan serupa di sekolah lain nantinya dihentikan pula. Kita tunggu hasil pemeriksaan polisi dan dinas,” tambahnya. (umi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *