Dapat Ilmu Dapat Semangat karena Sidang

            Jam 10 aku mulai masuk ke ruang sidang, namun acara persidangan tak kunjung dimulai. Walaupun belum dimulai, aku tetap duduk di bangku persidangan karena jika sedikit saja ku tinggalkan tempat duduk, maka terdakwa yang lain akan segera menempatinya. Seorang pria memakai baju koko dengan menyandang tas Eiger duduk di sebelah ku. Mungkin karena terlalu lama menunggu dia mulai mengajakku berbicara.

            Pertanyaan pertama yang dilontarkannya kepada ku,”Ditilang karena apa bang?”. Ya aku jawab karena gak bawa helm. Lalu aku melanjutkan bercerita kalau aku sudah dua kali sidang dalam tiga bulan terakhir dengan kasus yang sama. Dia pun nampaknya emang tertarik dengan kisah yang menimpa ku ini, dia bertanya-tanya apa-apa aja yang ditanya hakim pas sidang nanti, kekmana sidangnya. Kelihatan dari wajahnya, dia sepertinya ada sedikit rasa takut seperti wajah-wajah terdakwa sidang yang lainnya, sebenarnya sih kayaknya aku lebih ketakutan daripada mereka saat sidang pertama dulu, ini karena aku sudah tahu bagaimana sidangnya nanti makanya aku santai-santai saja.

            Dan awal dari bertambahnya ilmu ku saat sidang ini yaitu saat dia nanya kuliah dimana aku. Saat aku menyebutkan kalau aku kuliah di jurusan teknik geofisika, dia langsung tahu kalau ini jurusan baru. Ternyata dia abang lettig ku satu fakultas, dia kuliah di Unsyiah juga, tepatnya Teknik Sipil. Dia Letting 2008. Pertama-tama dia nanya siapa2 aja dosen yang mengajar di Geofisika, ternyata lumayan banyak dosen teknik sipil mereka yang juga mengajar di Geofisika. Lalu aku sedikit memberitahu kejelekkan geofisika saat ini. Ku bilanglah kalau geofisika ini seperti tidak terurus, mulai dari alat saja kami hampir tidak punya. Memang baru-baru ini ada alat geofisika yang baru datang ke Unsyiah, namun itu menjadi milik Teknik pertambangan yang baru berdiri tahun ini dan juga ada yang menjadi milik MIPA KBM Geofisika. Kemana yang untuk kami? Dia mulai memberikan pengalamannya kuliah padaku.

            Di saat dia enak bercerita pengalaman dia, aku memotong pembicaraannya dan bertanya tahun berapa dia tamat. Tahun 2012 tepatnya wisuda bulan 11. Omak, bagiku anak teknik yang tamat secepat itu sudah sangat pintar. Cuman dia bilang,”abang ni gak pintar-pintar kali nya dek”. ku tanya lagi, “jadi sekarang kegiatan abang ngapain”. Ternyata dia sekarang bekerja di Instansi sebagai kontraktor. Dia sudah bekerja di instansi saat masih kuliah tepatnya di saat-saat menyusun skripsi. Katanya saat-saat nyusun skripsi tu adalah hal yang paling bosan kalo gak ada kerjaan lain. Kebetulan sekali ada yang menawarkan dia untuk bekerja di Instansi.

            Ini lah kalimat yang menambah semangat ku dalam kuliah. “Jadi gini dek, kita tu kuliah gak mesti pintar-pintar kali, yang paling penting kita tu harus menguasai satu pelajaran atau satu bidang aja, kalo satu dah kita kuasai udah aman tu, gak perlu dikuasai semua, memang ada orang yang bisa nguasai semua, cuman jarang-jarang ada orang kekgitu, jadi abang tekankan lagi, yang mana adek suka dan memang mau difokuskan, fokuskan terus, insyaallah kalo ko dah tamat kuliah aman lah dek”.

            Pertemuan kami pun selesai di saat nama dia luan dipanggil untuk disidang. Ternyata kami asik bercerita panjang lebar, nama pun lupa saling kami perkenalkan. 😀 

 

One Comment Add yours

  1. Appreciate it to get giving this specific wonderful us you truly know very well what that you are preaching about! Book marked. Nicely on top of that check with my site Equals) kumpulan youtube terbaru. Organic beef have a link alter deal of us

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *