Peranan Tutupan Hutan dalam Siklus Hidrologi

Hidrologi tidak hanya bercerita tentang air yang mengalir di sungai menuju ke laut melainkan juga melibatkan penutup lahan atau tutupan hutan yang ada di daerah pegunugan sampai ke daerah pemukimank arena semuanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Umumnya hidrologi terbagi menjadi dua, yaitu daratan dan lautan dimana daratan sendiri dapat terdiri dari perairan, vegetasi serta manusia yang berperan dalam proses pengelolaannya sedangkan sumber tenaga yang berperan dalam proses hidrologi yaitu Hujan yang mana waktu maupun intensitas dari hujan yang sulit untuk diprediksi.

Pada post kali ini, hanya dijelaskan mengenai proses hidrologi yang terjadi di bagian tutupan hutan atau penutup lahan karena pendekatan yang dilakukan dalam hidrologi yaitu pendekatan terhadap penutup lahan yang terdiri dari beragam vegetasi atau lebih tepatnya pada bagian pohon sebab vegetasi merupakan salah satu parameter utama dalam mengendalikan proses hidrologi. Berikut skema proses hidrologi secara umum:

Proses Hidrologi Secara Umum (kotak merah menunjukkan bagian proses hidrologi di daratan atau pegunungan)

Proses hidrologi yang terjadi di area tutupan hutan terbagi menjadi tiga yaitu 1)sumber air utama, 2) Permukaan tumbuhan dan permukaan tanah. Sumber air utama yang berupa curah hujan akan jatuh di permukaan yang ditutupi oleh dua yaitu tumbuhan atau tanah langsung. Keberadaan tutupan hutan atau vegetasi yang dapat berupa berbagai jenis pohon memiliki fungsi dalam melindungi pukulan air hujan terhadap permukaan tanah.

Berikut  akan dijelaskan terlebih dahulu proses yang terjadi pada bagian pohon yang mewakili area tutupan hutan :

  1. Through Fall (tanpa penutup)
  2. Drip Crown (tetesan dari tajuk)
  3. Stem Flow (aliran dari batang)
Proses jatuhnya air hujan ke permukaan

Tiga hal tersebut merupakan proses yang menunjukkan perbedaan permukaan dalam menerima jatuhan hujan apakah langsung ke tanah ataupun melalui media perambat yang tetap jatuh ke tanah namun dengan daya dan kecepatan yang berbeda.

Proses Throughfall (1)
Proses Crowndrip (2)
Proses Stemflow (3)
  1. Through Fall (1) menjadi penyebab erosi permukaan paling tinggi. Erosi permukaan terjadi akibat percikan (splash erosion) pada tanah yang menyebabkan sheet erosion pada permukaan tanah yang menjadi penyebab kemunculan alur (riil erosion) yang jika terjadi lebih dalam lagi akan membentuk parit (gulley). Erosi yang terjadi menjadi pemicu terhadap kerusakan pada badan sungai sampai dasar sungai karena volume endapan yang banyak yang tidak sebanding dengan ambang batas sungai.
  2. Berbeda dengan proses crowndrip (2) ataupun stemflow (3) dimana air hujan yang jatuh mengalami hambatan dan volume air dari curah hujan yang banyak berkurang sehingga proses membasahi tanah tidak terlalu cepat yang dapat mengurangi efek dari erosi permukaan.
Skema terjadinya erosi permukaan

Keberadaan vegetasi ataupun pohon dapat mengurangi besarnya energi kinetik air karena di saat mengenai vegetasi, ada yang ke dahan, batang lalu mengalir melalui bantuan akar yang akan masuk ke dalam tanah yang dapat mempercepat air masuk ke dalam tanah yang disebut dengan proses infiltrasi. Infiltrasi merupakan proses masuknya air hujan yang jatuh ke dalam permukaan lalu mengalir. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh : 1)tekstur tanah (mis:lempung, pasir), 2)struktur tanah (kolom, remah), 3)kandungan bahan organik, 4)sersah/mulsa tanah (daun-daunan/guguran daun).

Parameter utama pada proses infiltrasi yaitu terletak pada jenis tanah. Sifat tanah pada suatu area bersift statis sehingga parameter ini termasuk dalam “mapping unit” yang utama dalam menghitung limpasan. Tenaga kinetik curah hujan memukul permukaan tanah sebagai pengelupas lapisan tanah yang kemudian tanah terangkut atau terlempar dari tempatnya yang akhirnya menyebabkan limpasan. Tenaga kinetik terhadap curah hujan dipengaruhi oleh : 1)kemiringan lereng, 2)sudut datang hujan, 3)kepekaan jenis tanah terhadap pukulan hujan, dan 4)tutupan lahan

Berbeda dengan hal tersebut, tenaga kinetik limpasan air permukaan dipengaruhi oleh kemiringan lereng, kapasitas infiltrasi, kerapatan aliran, drainase permukaan, dan ledok-ledok permukaan (depression storage).

Kesimpulannya yaitu skema yang baik untuk kejadian hidrologi ini yaitu ketika jatuhnya air hujan dihalangi oleh tumbuhan yang menutupi yang contohnya dalam ruang hutan. Ketiadaan hutan pada suatu daerah khususnya pegunungan menjadi penyebab dari erosi, yang disambung dengan air sungai yang mengalami pengendapan berupa material tanah sehingga sungai menjadi kotor atau tercemar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *