SAATNYA BERALIH KE DRONE

Semakin berkembangnya teknologi, beberapa bidang pekerjaan bahkan hampir semua pekerjaan sudah mulai menggunakan salah satu dari metode remote sensing yaitu pengambilan gambar melalui Drone/Wahana Tanpa Awak. Untuk jenis yang Multirotor, yang paling ramai digunakan yaitu oleh pemegang profesi Fotografer, yang dulunya menggunakan kamera dengan dipegang langsung dan mengambil poto di atas dataran langsung, sekarang para fotografer sudah mengaplikasikannya menggunakan foto udara tersebut, fotografer pra-wedding, fotografer alam liar, fotografer kota dan sebagainya. Kemudian, baru-baru ini, di Indonesia, pihak kempolisian mulai menggunakan drone untuk memantau lalu lintas. Yang paling banyak digunakan sekarang di Indonesia yaitu para aktivis lingkungan hidup, baik flora maupun fauna. Mereka tidak perlu memantau keadaan hutan yang berlokasi jauh masuk kedalam dengan berjalan kaki, mereka hanya menggunakan drone tersebut untuk memantau dari jarak jauh. Apalagi untuk pemantauan satwa liar seperti gajah, orangutan dan lain-lain. Kemudian bias disertakan juga dengan hasil untuk pembuatan video yang sekarang paling marak digunakan oleh acara televisi dengan tema tempat wisata.

Kemudian untuk jenis pesawat / airplane(fixedwing). Drone jenis ini sangat memiliki manfaat yang luar baisa dalam hal pemetaan. Didukung dengan kemampuan drone seperti daya jangkaunya, kekuatan angkat bebannya, daya tahan lamanya, kemudian ditambah dengan kamera yang digunakan maka hasil yang didapat dari kegiatan ini akan sangat berharga mahal yaitu dari hasilnya.

Jauh sebelum mengenal Drone, kita masih menjadikan citra google earth sebagai bahan dasar kita dalam memetakan suatu wilayah. Kita tahu bahwa google earth memiliki resolusi citra yang terbilang tinggi yaitu 15 cm. Namun, untuk time series di google earth kita tidak bisa memilih waktu dari citra tersebut. Google earth memberikan waktu yang memang tersedia dari google earth sendiri. Untuk beberapa keperluan, kita membutuhkan gambaran citra satelit untuk periode waktu yang cepat yaitu per bulan dan dengan kualitas poto yang tinggi. Seperti pekerjaan dalam memantau perubahan tutupan lahan dalam periode per bulan, untuk mengandalkan google earth merupakan hal yang sulit, namun di atas google earth terdapat citra yang lumayan bagus untuk digunakan. Dapat didownload secara gratis dan memiliki time series, minimal 2 kali sebulan terdapat perubahan citranya, kemudian satu scene memiliki luasan area 3 juta hectar, dan dapat dibedakan dengan mudah antara jenis tutupan lahan tersebut, yaitu citra Landsat. Jauh memiliki kelebihan dari google earth, Landsat tetap memiliki kelemahan yaitu tutupannya yang kadang terdapat awan, dan dikarenakan kualitas citra yang bagus, Landsat memiliki ukuran yang besar, satu scene kira-kira 1 gb, untuk Landsat 8, dan landsat 7 200 mb.  Maka dari itu dapat dikatakan bahwa kita sudah seharusnya beralih ke Drone. Mungkin untuk beberapa saat lagi, drone sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di beberapa bidang.

Untuk secara detail, drone jenis fixed wing ini memiliki daya jangkau terbang yang sangat jauh. Total jarak yang bias ditempuhnya yaitu 30 sampai 40 km, untuk waktu terbangnya 40 sampai 1 jam, kemudian titik terjauh yang bias dijangkau antara pesawat dengan titik base dari 5 sampai 7 km. Total daya angkat beban nya bias menjangkau 3 kg. Seperti halnya pesawat di atas, pesawat ini dapat diletakkan satu buah kamera pocket (untuk pemotretan), kemudian diletakkan kamera video (jenis sport camera), ditambah 2 jenis baterai berukuran 10000 mAH.

Gambar di bawah merupakan satu sampel hasil pengambilan potret udara. Tertangkap kamera, tegakkan pohon, kebun, sungai, pesisir sungai, dan terlihat juga bukaan hutan. Ini diambil dari ketinggian 300 meter. Ketinggian pesawat 300 meter, maka kamera juga akan 300 meter, dengan yang ketinggian pesawat bias mencapai 2000 meter, namun berpengaruh ke pengambilan gambarnya, karena semakin dekat ketinggian mengambil gambar, maka hasilnya akan semakin bagus pula.

Poto yang sudah diambil, tergantung per berapa detik kita mengambil gambarnya. Untuk durasi waktu per 3 detik, total poto yang bisa didapat dengan ukuran area lebih kurang 400 Ha, dan 45 menit, bias didapat 1000 buah poto. Kemudian hasil poto tadi diolah dengan software tertentu, yang akan menghasilkan satu buah peta. (Hasil inilah yang saya katakan tadi dihargai mahal), dan jelas memiliki kualitas yang lebih bagus dan tampilan yang lebih jelas dibandingkan dengan citra google earth maupun citra Landsat tadi.

Berikut perbandingannya (skala 1 : 2500):

Citra Google Earth
Citra Landsat 8
Citra Hasil Drone

Skala 1 : 4000 :

Sangat jelas terlihat perbedaan antara citra Google Earth, Landsat dan hasil dari Drone. Kita hanya butuh modal besar di awal perencanaan drone, namun berkesinambungan dengan hasil yang kita terima dengan memanfaatkan hasil drone.

Jadi, bagaimana kita ? Sudah bisakah beralih ke Drone ?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *